Sepucuk surat yang harus dibaca oleh semua guru.

Surat yang ditemukan sekitar 100 tahun lalu, merupakan keluhan seorang murid, Athell Margaret, terhadap guru di sekolahnya, Mr Broome, tentang perlakuan guru tersebut kepada murid-murid lain. Dari blog Letters of Note.

"Mr Broome

Dear Sir

I write this letter for the good of myself and other boys. Instead of you teachers making school a pleasure you make it a perfect misery to those who happen to be a little backward. Referring to myself, I can say that I never did like school but since I came to Rockdale I have just dreaded the thought of school. This, may I say, has all come from your sneering and poking fun at those who are not quite so well on as others. If a boy happens to have a few mistakes instead of you trying to help him in his difficulty you look over his slate, you either cane him, or spell out aloud his foolish mistakes before over 100 boys who are always ready to make fun. This is why there are so many boys who are always ready to play the truant. And therefore instead of me looking forward to school days I just long for the time when I shall receive a sitificut saying that I may leave school. And as manhood draws on I shall look back on my schooldays as a period of misery instead of a period of happiness.

A Margett

Scholar at (Inferior?) Rockdale Public School"




Terjemahan:

Yth. Mr. Broome

Saya menulis surat ini demi kebaikan diri saya dan siswa-siswa lain. Anda dan guru-guru lain alih-alih membuat sekolah menyenangkan, malah membuatnya kesengsaraan yang sempurna bagi anak-anak yang kebetulan sedikit lambat dalam pelajaran.

Saya sendiri dapat mengatakan bahwa saya tidak pernah menyukai sekolah tetapi sejak saya bersekolah di Rockdale, saya betul-betul ngeri berpikir tentang sekolah. Ini, kalau boleh saya katakan, sebagai hasil dari semua ejekan dan tindakan Anda mengolok-olok mereka yang tidak sebaik siswa-siswa lain. Jika seorang anak kebetulan membuat sedikit kesalahan, Anda bukannya mencoba menolongnya dengan melihat batu tulisnya, Anda malah memukulnya dengan tongkat, atau membacakan kesalahan bodohnya itu di depan lebih dari 100 orang anak lain yang siap mengejeknya. Inilah sebabnya mengapa begitu banyak siswa membolos. Dan oleh karena itu, saya tidak menanti-nanti hari-hari sekolah, dan saya hanya mendambakan waktunya saya akan menerima ijazah yang memberikan izin untuk meninggalkan sekolah. Dan saat kedewasaan datang, saya akan mengenang hari-hari sekolah sebagai masa penuh kesengsaraan dan bukannya masa-masa bahagia.

A. Margett

Pelajar Sekolah Negeri Rockdale