Bagaimana menghadapi pertanyaan tentang sosialisasi?

Ketika seseorang mengatakan,"Kenapa kamu aneh sekali memilih homeschooling untuk anakmu? Nanti anakmu nggak bisa bergaul dengan orang lain!", perhatikan apa yang terjadi pada hatimu.

Apakah anda menjadi gusar dan marah sekali?

Apakah anda merasa tenang dan maklum bahwa tidak semua orang memahami sosialisasi anak di dunia nyata selain sekolah?

Kalau anda kesal, pertanyakan apakah anda juga mempunyai kekhawatiran yang sama di sudut hati anda? Kalau kekhawatiran itu ada, pertanyakan apakah hal itu betul, bahwa anak anda tidak bisa bergaul dengan orang lain?


Temukan sedikitnya 3 bukti bahwa anak anda BISA bergaul dengan orang lain.

Misalnya:
  1. Dia tidak malu-malu berbicara dengan pemilik warung tadi siang.
  2. Dia menelepon temannya dan meminta temannya untuk datang lagi ke rumah.
  3. Dia melerai kedua adiknya yang bertengkar.

Perhatikan bahwa keterampilan bersosialisasi yang dimiliki anak anda saat ini TIDAK BISA dia dapatkan dari sekolah. Perhatikan bahwa homeschooling di rumah sangat kondusif membina keterampilan bersosialisasi tersebut.

Dan kalau anda masih khawatir, pertimbangkan kemungkinan menambah kegiatan di luar rumah. Jika merasa sudah cukup, tentunya tidak perlu.

Hapuskan kekhawatiran itu dan yakinlah, anak-anak homeschooling akan baik-baik saja!

Jika lain kali bertemu lagi dengan orang yang memperingatkan tentang “sosialisasi”, anda boleh tersenyum dan mengucapkan, “Terima kasih”, dengan tulus. Katakan, “Tetapi jangan khawatir, Kawan, anakku baik-baik saja!”

Source.